My Love For You [Chapter 2]

Posted: November 24, 2013 in Family, Friendship, Marriage Life, Romance
Tags: , , , , , , , , , ,

Chapter 2

TaeYeon, Leeteuk – Suju, SNSD – Family, Romance, Friendship, Mello, Marriage Life

Copyright@hyuna0590

– Happy Reading –

“A journey of a thousand miles begins with a single step”

-confucius-

Kehidupan baru sebagai sepasang suami istri sudah dimulai. Sebenarnya kisah itu telah dimulai semenjak akhir tahun kemaren, tetapi berhubung mereka baru menempati apartemen baru, maka mulai detik ini kehidupan berumah tangga mereka resmi dimulai. Senang, sedih, pahit, dan manisnya sebuah pernikahan akan mereka lalui. Setidaknya itulah yang dikatakan oleh banyak orang, bahwa tidak selamanya pernikahan itu berbuah manis. Banyak lika liku yang harus mereka lalui untuk mencapai kebahagiaan yang abadi.

Di apartemen baru, Leeteuk, TaeYeon, dan juga Yoona terlihat tengah sibuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menyambut tamu-tamu yang telah mereka undang. Mereka berbagi tugas agar semuanya dapat selesai tepat waktu. TaeYeon mengambil kendali dalam urusan dapur, serta Leeteuk dan Yoona mengambil alih sebagai dekorator. Mereka berdua menata barang-barang, serta masakan yang telah siap di atas meja.

”Yoona-ya”.

Leeteuk memanggil dewi penolong mereka. Mau tidak mau Yoona harus membantu kedua pasangan itu. Meskipun ia telah berusaha mengelak, tapi apa daya. Kepiawaian TaeYeon dalam mengendalikan pikiran Yoona sangatlah di atas rata-rata. Bahkan Seung Gipun belum bisa melakukannya semahir TaeYeon. Sepertinya pria tampan itu harus lebih banyak belajar dari sosok TaeYeon mengenai Yoona.

Wae oppa??”.

Yoona yang tengah sibuk membantu TaeYeon di dapur menghampirinya. Ia terpaksa berhenti menata makan-makanan yang selesai di masak oleh TaeYeon.

“Bisa bantu oppa sebentar”.

Leeteuk meminta Yoona untuk menghampirinya. Meskipun ia tidak tahu tugas apa itu, tetapi ia harus membantunya karena tugasnya di apartemen baru ini adalah untuk membantu, bukan sebagai penonton.

“Ada apa???”.

Leeteuk yang terlihat kesulitan untuk memindahkan sofa langsung menyuruh Yoona untuk membantunya memindahkan kursi itu kedalam kamar.

Nae,.. ”.

Yoona menarik nafas dalam-dalam sebelum akhirny membantu Leeteuk memindahkan sofa putih yang sebelumnya berada di ruang utama ke dalam kamar. Dengan tenaga super yang ia miliki, Yoona membantu. Tidak hanya itu, Yoona juga dimintai tolong untuk menyingkirkan beberapa meja yang menghiasi ruang utama

“Eonni, jadi aku di ajak kesini untuk mengangkat semua ini”.

Yoona kembali ke meja makan setelah menghabiskan tenaganya mengangkat beberapa barang, yang bisa dibilang tidaklah kecil dan sedikit.

“Aniya Yoona-ah”.

TaeYeon jadi merasa bersalah melihat wajah Yoona yang mulai memerah karena kelelahan. Hembusan nafasnyapun tidak teratur. Sepertinya ia bekerja terlalu keras membantu Leeteuk.

“Terus kenapa aku jadi mengangkat semua ini??”.

Tak tahu entah berapa kali ia menuangkan air putih, hingga persediaan air putih di dalam botol habis olehnya.

“Kalau itu kau salahkan saja oppa, jangan memarahiku. Eonni tidak tau apa-apa”.

TaeYeon mengangkat tangan, ia tidak terima disalahkan atas apa yang sebenarnya bukan perbuatannya.

“Eonni mau masak apa saja???”

Yoona mengalihkan pembicaraan. Ia tahu kalau pembicaraan itu tidak dihentikan segera, maka akan panjang jadinya.

“Eonni sedang membuat nasi goreng kimchi, sandwich, kimbab, dan sup kimchi”.

TaeYeon menunjuk satu per satu masakan yang sudah selesai ia masak. Malam ini ia berencana untuk memanjakan perut anak-anak SM Ent. Sudah lama sekali mereka tidak kumpul bersama dan momen malam ini akan menjadi momen perkumpulan mereka yang selanjutnya.

“Banyak sekali eonni”.

Yoona menatap tumbukan bahan-bahan masakan yang berserakan di daput. Kalau TaeYeon sudah pasti akan membuat makanan yang enak dengan semua bahan-bahan ini, tapi tidak dengannya. Sampai saat ini ia masih terus belajar untuk menghidangkan aneka macam masakan untuk suaminya.

“Kamu tahu sendiri perut manusia-manusia itu”.

TaeYeon menyodorkan tangannya meminta bantuan Yoona untuk mengambil irisan bawang bombai yang telah diiris oleh Yoona tadi.

“Memangnya siapa saja eonni”.

Yoona memberikan apa yang diminta eonninya itu. Ia cukup bangga dengan dirinya sendiri. Meskipun tidak bisa masak, tapi setidaknya ia tahu bagaimana cara mengiris semua bahan-bahan itu dengan indah.

“Yang pastinya anak-anak SM”.

TaeYeon melempar-lempar telur dadar ke atas langit. TaeYeon memang sangat piawai dalam memasak, buktinya saja caranya membalikkan makanan sudah seperti chef-chef yang bekerja di hotel bintang lima.

“Mereka semua datang”.

Yoona merasa ragu akan kepastian itu. Ia tidak yakin semua orang akan datang. Shinee misalnya, mereka tengah melakukan konser saat ini.

“Eonni juga tidak tahu”.

TaeYeon sepertinya sepemikiran dengan Yoona. Yang penting mereka sudah mengundang keluarga-keluarga SM. Datang tidak datang tentu bukan urusan mereka.

Satu persatu hidangan yang akan mereka suguhkan kepada para tamu mulai tersusun rapi di depan meja. Kardus-kardus yang sebelumnya tergeletak begitu saja di ruang utama sekarang sudah tidak terlihat lagi. Ruang utama apartemen pengantin baru itu sudah rapi, tidak akan ada yang tahu kalau sebelumnya banyak barang yang berserakan di ruangan itu.

“Seung Gi kemana? Tidak dirumah??”, Leeteuk menghampiri kedua wanita yang tengah sibuk menata-nata hidangan di meja makan.

“Oppa jangan sebut nama dia”.

Yoona kembali cemberut. Ia masih kesal dengan suaminya itu. Hingga saat ini sosok yang ia sebut sebagai suaminya itu belum juga menepati janjinya untuk menghubunginya.

“Kenapa? Apa kalian sedang marahan?”.

Leeteuk menatap dongsaengnya itu. Ini pertama kalinya ia mendengarkan dongsaengnya itu kesal dengan suaminya. Tidak seperti istrinya yang sudah bosan mendengarkan keluh kesah Yoona mengenai suaminya.

“Biasa oppa, lahi-lagi oppa membuatku kesal”, Saking kesalnya Yoona sampai meremas-remas makanan yang tengah ia pegang.

“Hei..”.

TaeYeon memukul tangan Yoona ketika ia menyadari bahwa makanan yang telah ia masak dari tadi dihancurkan oleh Yoona. Masih untung ia hanya menghancurkan satu kimbab. Kalau saja ia tidak melihat reaksi Yoona, mungkin semua kimbab yang telah susah payah ia masak sudah jadi remah semua.

“Eonni apo”.

Yoona mengelus tangannya yang dipukul sang eonni. Ia tidak sadar bahwa kekesalannya itu berujung pada pukulan sang eonni.

“Suaminya sedang syuting di Busan, jadi beberapa minggu ini ia akan tinggal sendirian. Dan tadi siang suaminya itu janji mau menghubunginya, tapi sampai sekarang belum juga menghubunginya”.

TaeYeon menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dengan Yoona. Ia tahu kalau dongsaengnya itu tidak akan mau mengeluarkan suaranya karena perasaan kesal yang tengah ia rasa.

“Kasihan sekali dongsaeng oppa ditinggal berminggu-minggu”.

Leeteuk mengelus kepala Yoona yang tengah cemberut. Sesekali ia menggoda wanita yang baru berusia 27 tahun itu. Leeteuk dan TaeYeon, kedua pasangan itu sangat gemar menggodanya.

“Biarlah oppa, dari pada kita tidak makan”.

Yoona akhirnya bersuara. Kali ini ia membela kesibukan sang suami. TaeYeon dan Leeteuk saling berhadapan. Mereka heran dengan sikap Yoona yang awalnya kesal dengan suaminya, tapi sekarang malah membelanya. Sesuatu sekali wanita ini.

“Jadi beberapa minggu ini apartemenmu kosong??”, Tanya Leeteuk

“Mau tidak mau oppa”.

Yoona kembali membantu TaeYeon menyiapkan makanan setelah beberapa saat larut dalam  kekesalannya terhadap sang suami.

“Kenapa tidak menginap disini saja”.

TaeYeon langsung menatap sang suami. Ia terkejut mendengarkan perkataan suaminya itu yang hendak mengajak Yoona untuk tinggal bersama mereka. Bagaimana tidak, inikan malam pertama mereka di apartemen. Mana mungkin TaeYeon mau ada yang menganggu keromantisan mereka malam ini.

“Sepertinya ada yang tidak setuju oppa”.

Yoona menatap TaeYeon yang sekarang menunjukkan raut wajah tidak terima. Ia tahu kalau niat suaminya itu baik, tapi jangan momennya tidak tepat.

“Bukannya tidak setuju. Masa iya mau tinggal dirumah pengantin baru”.

TaeYeon menghentikan pekerjaannya di dapur dan menghampiri kedua orang yang tengah bercengkrama di meja makan.Leeteuk tau apa yang dimaksud sang istri dan dia juga senang karena respon yang ditunjukkannya.

©   ©   ©

Tepat pukul tujuh malam pestapun dimulai. Satu persatu tamu yang diundang mulai menunjukkan kehadiran mereka. Sang tuan rumah menyambut kedatangan tamu-tamunya dengan suka cita. Inilah pesta pertama yang mereka adakan untuk anggota satu agensi mereka.

“Wah wangi sekali”.

Shindong dan beberapa member Super Junior memasuki apartemen baru leader mereka. Dengan gaya lucu dan konyol yang mereka miliki, mereka mengamati apartemen baru tersebut.

Oppa Annyeong

TaeYeon menyapa satu persatu member-member suaminya itu. Pertemuan ini bukanlah pertemuan pertama mereka, tapi ini merupakan pertemuan pertama baginya di rumah baru mereka. Sambil membungkukkan badan tak lebih dari empat puluh lima derajat, ia menyambut kehadiran pria-pria tampan itu. Bisa dibilang versi laki-laki dari group mereka. Setidaknya itulah yang sempat dilontarkan oleh pihak agensi ketika membentuk groupnya.

Member Super Junior yang dimendapat sambutan hangat dari sang tuan rumah langsung membalas sambutan mereka. Mereka berterima kasih karena telah diundang dalam acara itu. Acara yang pastinya akan menghadirkan kelucuan, serta kehebohan yang pastinya. Setidaknya itulah yang biasanya terjadi apabila partai-partai SM Ent. berkumpul.

“Sulli-ya annyeong”.

Yoona melambaikan tangan ketika menyadari kehadiran Sulli tepat dibelakang rombongan Super Junior. Sulli memberikan salam kepada TaeYeon dan juga Leeteuk, sang raja dan ratu malam ini.

“Kau kesini dengan siapa???”.

TaeYeon dan Leeteuk terlihat heran setelah mengetahui Sulli datang sendirian. Padahal sebelumnya ia berkata kalau akan datang bersama membernya, meskipun tidak lengkap.

“Aku tadi pergi dengan Soo Jung”.

Sulli melihat ke arah belakang. Seharusnya ada orang yang berdiri dibelakangnya. Tapi tiba-tiba saja sosok itu tidak ada. Tentu saja Sulli heran dengan lenyapnya sang sahabat. Ia yakin sekali kalau di lift ia bersama dengan nona Jung.

“Kamu mencari siapa???”.

Sosok yang di cari Sulli mengeluarkan suaranya. Krystal, yang datang bersama Sulli langsung masuk ke dalam apartemen bersamaan dengan rombongan Super Junior. Maka dari itu, Sulli tidak menyadari hilangnya Krystal dari sisinya.

“Ya Soo Jung-a aku mencarimu tahu. Kenapa sudah sampai di dalam saja??? Bukannya tadi di belakangku”.

Sulli menghampiri Krystal yang baru saja keluar dari dapur dengan dua buah sandwich di tangannya. Sepertinya ia kelaparan hingga pertama kali yang ia tuju adalah dapur.

Makanan sudah terhidang dengan rapi di atas meja. Dua jam menyiapkan semua makanan itu membuat TaeYeon sedikit bangga karena bentuk dan juga aromanya sangat mengugah selera. Sekarang tibalah waktunya untuk mencicipi masakan itu satu persatu. Berharap semua yang hadir menyukai masakannya.

“Woooowwww…makanannya banyak sekali. Kau yang membuatnya sendiri??”.

Siwon terkejut melihat deretan makanan yang terpajang di depan matanya. Tak menyangka kalau seorang Kim TaeYeon dapat membuat makanan sebanyak itu.

“Nae”, Jawabnya malu.

“Hyung kau beruntung punya istri seperti TaeYeon”.

Shindong memuji kepiawaian TaeYeon. Ia bahkan tidak berhenti mencicipi makanan-makanan itu satu persatu.

“Siapa dulu, Leeteuk”, Ia memuji dirinya sendiri

“Aku juga mau punya istri seperti TaeYeon, sudah cantik, pintar masak lagi”, Komentar EunHyuk

Leeteuk menatap curiga gerak gerik member-membernya. Mereka mulai terlihat bertingkah aneh dan mencurigakan. Leeteukpun langsung memeluk istrinya dan merapatkan tubuh istrinya itu dengan tubuhnya. Ia tidak mau member-membernya yang gila itu merebut istrinya, meskipun ia tahu kalau membernya tak mungkin setega itu padanya. Setidaknya ia harus tetap waspada.

“Ya ya ya…”.

Leeteuk memukuli tangan Heechul yang hendak memberikan sepotong kimchi pada TaeYeon. Heechul menundukkan kepala sebagai bentuk maaf.

“Waaa sup kimchi buatan TaeYeon memang enak”.

Siwon mengacungkan kedua jempolnya memuci masakan yang dibuat oleh TaeYeon.

“Aku juga membantu eonni untuk membuat sup itu oppa”.

Yoona yang sedari tadi diam tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya. Ia tidak terima hanya TaeYeon saja yang mendapatkan pujian atas sup yang sebenarnya juga hasil karyanya. Kalau bukan karena irisan-irisan bawang, serta dagingnya belum tentu bentuk sup itu selezat sekarang.

“Neo???”.

Shindong membulatkan matanya. Ia tidak percaya kalau Yoona terlibat dalam pembuatan sup kimchi itu. Setaunya Yoona tidak bisa memasak dan kalaupun ia memasak, pasti hasilnya hangus atau rasanya asin, bahkan tidak ada rasa.

“Yoona bisa masak kok”, SooYoung membela Yoona.

“Tapi tidak ada rasanya”.

SooYoung berhasil membuat Yoona memanyunkan mulutnya. Ia tahu betul reaksi apa yang akan muncul dari sosok seorang Im Yoona.

Sudah tidak terhitung lagi berapa banyak ejekan, cemoohan, serta godaan yang terlontar dari mulut semua orang yang hadir pada malam itu. Dan semua itu sukses membuat Yoona cemberut dan kesal tentunya. Tapi kali ini ia merasa sangat dipojokkan. Ini sudah yang keempat kalinya dalam satu hari ini ia menerima perlakukan seperti ini. Mulai dari pagi di apartemen member-membernya, selama persiapan di dapur, hingga sekarang ketika mereka tengah menyantap makan malam.

“Yoona-ah mianhae”.

Yoona tidak bisa lagi menahan rasa kesalnya. Apakah tidak cukup suaminya saja yang membuat ia kesal hari ini? Apakah semua orang ini harus ikut membuatnya kesal?

“Eonnii”, Teriak Yoona

“Sudah sudah, nanti dia nangis. Kaliankan tahu dia itu cengeng. Dan lagi pula suaminya sedang di luar kota”.

Sunny menghentikan pertikaian yang mulai memanas antara Yoona dan juga yang lainnya.

©   ©   ©

“TaeYeon-ah itgo”.

Yuri memberikan sebuah hadiah special untuk Leeteuk dan juga dirinya. Sebuah kotak berukuran sedang yang dihiasi oleh pita cantik berwarna biru dan putih. Dan ternyata isi dari kotak tersebut adalah sepasang yang bertuliskan beberapa pesan. Bisa dibilang kalau tulisan itu dibuat khusus olehnya dan juga kekasihnya Jang Geun Seuk.

“Aaaa,..gomawo”.

TaeYeon mengelus tulisan yang timbul dari gelas putih tersebut. Ia tersentuh dengan kalimat-kalimat cinta yang ia tuliskan pada gelas itu. Sangat romantis dan hangat. TaeYeonpun meletakkan sepasang gelas itu di sebelah TV. Cantik, kedua gelas itu terpajang dengan sangat indah.

“Ini dari kami”.

Sekarang giliran kado dari member-member suaminya. Siwon memberikan kotak persegi panjang kepadanya mereka. Perlahan TaeYeon membuka kotak berwarna merah marun itu. Baru saja membuka kado tersebut ia langsung menutupnya kembali.

“Apa kadonya???”, Tanya HyoYeon penasaran

Sunny merampas kotak persegi panjang itu dari tangan TaeYeon. Dan ternyata betul seperti apa yang ada dalam pikiran mereka.

“Apa isinya???”, Sulli menyodorkan kepalanya

“Kau belum boleh melihatnya, kau masih kecil”.

Sunny langsung mengembalikan kotak tersebut kepada TaeYeon dan TaeYeonpun langsung menyembunyikan kotak itu di bawah kakinya.

“Ini dari kami”.

Jessica memberikan dua buah kotak kecil kepada TaeYeon dan Leeteuk. Sebuah hadiah dari member-membernya. Tidak mau salah seperti ketika membuka hadiah pemberian member suaminya, sekarang TaeYeon lebih berhati-hati, ia mengoyang-goyangkan kotak mini tersebut. Dan barulah membukanya. Sepasang kalung yang bertuliskan TL sebagai hadiah pernikahan mereka dari member Girls’ generation.

“Pakai sekarang eonni”.

SeoHyun mendekatkan wajahnya kepada kedua pasangan itu dan menyuruhnya memasang kalung itu sekarang juga. Leeteuk dengan cekatan membuka kotak kecil itu dan membantu istrinya memasang kalung pemberian membernya.

“Ini kado dari kami”.

Kado terakhir dari F(x). Krystal menyerahkan kotak besar dan tebal kepada Leeteuk. Hadiah yang paling besar yang mereka terima malam itu.

“Ini apa???”.

TaeYeon melihat hadiah pemberian F(x) sebelum membukanya. TaeYeon membuka satu persatu selotip yang menempel di kertas kado tersebut. Karena terlalu lama, akhirnya Leeteuk mengambil kado itu dari tangan istrinya dan membukanya asal.

TaeYeon terlihat kecewa dengan apa yang baru saja dilakukan suaminya itu. Ia membuka hadiah terakhir itu dengan sangat hati-hati, tapi suaminya malah merampas kado itu dan membukanya asal, hingga kertas kado yang bermotifkan bunga  itu robek tidak berbentuk.

“Maafkan oppa sayang”.

Leeteuk menatap raut kesal dari wajah sang istri. Ia menyerahkan kembali kado itu pada TaeYeon dan mempersilahkan istrinya itu untuk menyelesaikan prosesi pembukaan kado. Sebuah album yang berisikan foto-foto ia dan juga suaminya mulai dari masa-masa trainee, hingga pernikahan berlangsung.

“Waaaa….gomawo-yo”, Dengan sekejap TaeYeon melupakan rasa sedihnya

Pesta itupun berakhir setelah hampir dua jam terselengara. Tak terasa kebersamaan mereka malam itu harus segera diakhiri karena hari yang semakin malam. Sebagai tamu yang baik, satu persatu dari mereka membantu TaeYeon dan juga Leeteuk membersihkan peralatan bekas makan mereka.

“Yoona eonni jadi nginap di apartemenkan malam ini??”.

SeoHyun mendekati Yoona yang tengah sibuk menumpuk piring kotor, yang kemudian akan diangkap olehnya untuk di bawa ke dapur.

“Yoona nginap di apartemen???”, Heechul dengan wajah yang siap menggoda Yoona segera menghampiri mereka.

“Kau bertengkar dengan suamimu??”, Sambung Shindong

Aniya oppa, Seung Gi oppa sedang keluar kota, jadi daripada sendirian di apartemen, lebih baik aku menginap di tempat mereka”.

Yoona berdiri dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada Heechul dan member Super Junior yang lainnya.

“Aduh kasihannya dongsaeng oppa ini ditinggal sendirian”, Heechul kembali melancarkan aksinya menggoda Yoona.

“Makanya buat little Seung Gi dong biar kamu tidak kesepian”.

Lagi-lagi Heechul mengeluarkan perkataan yang membuat ia kesal setengah mati. “Apa dia pikir semudah itu”, gerutunya dalam hati. Ia sendiri juga sangat mendambakan kehadiran buah hati dalam rumah tangga mereka, tapi Tuhan belum mengizinkannya terus mereka harus berbuat apa.

“Kenapa tidak kau susul saja dia??”, Tanya Siwon yang masih sibuk dengan tugasnya membersihkan meja.

“Aku inginnya begitu oppa, tapi tidak bisa. Scheduleku bulan ini padat merayap”, Jelasnya.

“Kau harus hati-hati, jangan sampai suamimu yang tampan itu diambil orang lain. Kamu lupa kalau dia selalu dikelilingi cewek-cewek cantik”.

Heechul kembali menganggu ketenangan Yoona dan kali ini ia menakutinya dengan ucapan perselingkuhan.

“Aku percaya oppa tidak akan macam-macam”, Yoona menepuk dadanya

“Bagus kalau kau percaya, tapi jangan terlalu percaya”.

Yoona mulai terlihat cemas dan khawatir mendengar perkataan Heechul. Ia yakin betul kalau suaminya bukanlah tipe orang yang mudah menyukai wanita lain. Ia yakin itu. Meskipun mereka jarang bertemu karena kesibukan, tapi ia yakin hati dan pikiran suaminya hanyalah padanya seorang.

“Oppa,…jangan bicara yang tidak-tidak”, TaeYeon muncul dari belakang Heechul

“Ya siapa tau aja kayak gitu”, Ujar Heechul

“Kau juga harus hati-hati”, Heechul menatap TaeYeon

TaeYeon langsung menatap Leeteuk sesaat setelah mendengar perkataan yang sama dengan yang diterima Yoona dari HeeChul. Sama halnya dengan Yoona, ia tidak percaya dengan perkataan pria itu. Sesekali suaminya mungkin melakukan kesalahan, tapi bukanlah kesalahan yang akan menyakitkan hatinya. Iya, TaeYeon yakin semuanya akan baik-baik saja hingga ajal yang memisahkan mereka.

Dengan wajah yang sedikit cemberut, Yoona duduk didekat Jessica. Ia tidak percaya kalau Heechul akan berkata seperti itu tentang suaminya. Sejenak Yoona sempat berpikir kalau suaminya itu mungkin saja selingkuh atau bermain dengan wanita lain. Tapi ia kemudian mengelengkan kepala. Ia yakin kalau suaminya tengah sibuk bekerja, jadi tidak bisa menghubunginya sesuai janji.

“Kau kenapa???”, Tanya Jessica

“Tidak ada eonni”, Ujar Yoona

“Yoona lagi berpikir bagaimana kalau suaminya benaran selingkuh”, Heechul lagi-lagi bersuara.

Sebuah bantal melayang ke arahnya dan dalam beberapa detik lagi akan mengenai wajahnya. Beruntung ia berhasil menangkapnya sebelum benda lembut itu mendarat di wajahnya.

“Oppa bicara apaan sih”, Ucap Tiffany

Heechul meletakkan kembali bantal itu di atas kursi dan kemudian pergi menjauhi Yoona dengan tampang tak bersalah.

“Heechul oppa jangan didengerin. Kau tahu sendiri kalau apa yang di katakan Heechul oppa itu belum tentu benar”, Bujuk Yuri

“Aku tahu Heechul oppa hanya nakut-nakutin, tapi kenapa aku khawatir dengan oppa”, Yoona menatap mata eonninya

“Wajar saja kalau kamu berpikiran seperti itu. Lagi pula sekarang kau sedang berada jauh dengannya. Perasaan seperti itu bisa saja muncul”.

Yuri merapikan rambut dongsaengnya itu. Ia tahu kalau dongsaengnya itu sedang merindukan suaminya. Sudah hampir lima hari mereka tidak bertemu. Meskipun mereka sudah menikah selama dua tahun, tapi mereka masih seperti pengantin baru. Kemana-mana berdua dan melakukan hal-hal yang romantis layaknya sepasang pengantin baru.

“Oppa seharian ini juga tidak menghubungiku, makanya aku jadi termakan ucapannya Heechul oppa”, Terang Yoona

“Mungkin suamimu sedang sibuk, jadi tidak sempat menghubungimu”, Yuri terus menasehati

©   ©   ©

Tepat pukul sepuluh malam semua tamu undangan merekapun pulang dan sekarang tinggallah mereka berdua, LeeTeuk dan TaeYeon,, ditengah tumpukan piring kotor dan lantai yang masih kotor. Beberapa dari tamunya memang membantu mereka untuk merapikan semua bekas makan, tapi ternyata bantuan itu hanya setengah. Tentu saja itu membuat sang tuan rumah kesal. Niat untuk menikmati malam pertama mereka di apartemen baru musnah sudah gara-gara pekerjaan rumah tangga yang menumpuk akibat ulah tamu-tamu jahil mereka.

“Oppa,..ayo bantuin aku. Nanti baru tidur-tiduran”.

TaeYeon menatap suaminya yang tengah asik menikmati embuknya sofa ruang utama apartemen mereka.

“Oppa, jangan buat aku kesal. Aku lagi capek”, TaeYeon memberikan peringatan.

Leeteukpun akhirnya berdiri dan menghampiri sang istri yang tengah mencuci piring-piring kotor. Dengan lembut ia lingkarkan lengannya ke pinggang istrinya. Tentu saja TaeYeon akan terkejut dengan pelukan tiba-tiba yang diberikan sang suami. Untung saja jelas yang tengah ia pegang merupakan gelas plastik yang tidak akan pecah apabila terjatuh.

“Oppa,..jangan sekarang. Semuanya masih berantakan”, Ujar TaeYeon

Tak menghiraukan ucapan sang istri, Leeteuk terus memeluk tubuh mungil istrinya itu. bahkan ia memperdalam pelukan mereka. Iapun tak lupa menyandarkan dagunya di atas bahu sang istri. TaeYeon yang menerima perlakuan itu dari suaminya hanya bisa pasrah, meskipun sudah beberapa kali ia tolak.

“Oppa tahu tidak apa yang dibilang Heechul oppa?”, Tanya TaeYeon

“Apa???”, Leeteuk balik bertanya.

“Heechul oppa bilang kalau aku harus berhati-hati padamu oppa”, Ujar TaeYeon

“Berhati-hati??? Memangnya oppa penjahat???”, Leeteuk masih menikmati pelukannya pada sang istri.

“Katanya aku harus berhati-hati jangan sampai oppa berpaling kedekapan wanita lain”.

TaeYeon membalikkan badannya, hingga pelukan Leeteuk terlepas dan mereka berdua akhirnya saling berhadapan. Ia menatap wajah sang suami yang masih terpaku setelah mendengar apa yang baru saja ia sampaikan.

“Kau percaya???”, Leeteuk kembali mendekap sang istri

“Untuk saat ini tidak, tapi belum tahu nanti-nanti”.

TaeYeon kembali membalikkan badannya dan melanjutkan kegiatannya mencuci piring. Ia tahu kalau saat ini suaminya pasti tengah termenung, mencerna kalimat terakhirnya.

“Maksudnya kau mencurigai oppa???”, Leeteuk melepas pelukannya

“Sepertinya begitu oppa”, TaeYeon tersenyum dibelakang Leeteuk

“Ok kalau begitu, mulai sekarang kita main curiga-curigaan bagaimana?”, Ajak Leeteuk

TaeYeon menghentikan kegiatannya lagi dan kembali membalikkan badannya menghadap Leeteuk. Sekarang gantian ia yang memeluk sang suami. Ia tahu dan yakin betul kalau cinta suaminya itu hanyalah untuknya.

“Oppa gomawo”, TaeYeon memberikan kecupan singkat tepat di bibir sang suami.

“Hmmm…”, Leeteuk mengoyang-goyangkan tubuh istrinya ketika bibir mungil istrinya itu perlahan-lahan menjauh dari bibirnya.

TaeYeonpun kembali melanjutkan kegiatannya untuk kesekian kaliannya. Ia harus menyelesaikan semua piring-piring ini sebelum malam semakin larut. Bisa-bisa ia akan terlambat esok hari apabila tidak segera diselesaikan.

Merasa tidak puas dengan apa yang baru saja diberikan sang istri, Leeteuk menarik tangan istrinya dan memeluknya erat. Ia tidak ingin jauh dari istri yang baru tiga bulan ini mengisi hidupnya. Cuuupppp, sebuah ciuman mesra ia berikan pada sang istri. Ia tahu betul kalau istrinya juga menginginkan ciuman itu. Buktinya saja kedua tangan mungil istrinya itu telah melingkar dengan sempurna di lehernya. Leeteuk terus melumat bibir mungil itu. Tidak mengizinkan TaeYeon mengambil alih pemanasan mereka.

Malam pertamapun mereka lalui begitu saja di apartemen baru yang siap menjadi saksi cinta mereka di kemudian harinya. Kehidupan nan indah dan penuh keceriaan. Tentunya kehidupan yang seperti itulah yang ingin mereka rajut di rumah cinta itu.

*  *  * ============= To Be Continue ============= *  *  *

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s