Nona Kim to Nyonya Park

Posted: March 10, 2014 in Family, Friendship, Romance
Tags: , , , , , , ,

Judul : Nona Kim to Nyonya Park

Gendre : Romance, Friendships

Length : One Shot

Rate : PG 17+

Main Cast : Leeteuk [Suju], TaeYeon [SNSD]

Supporting : SNSD

– Note –

Hai hai,..

Kali ini aku buat FF yang simple hehe,..

Karena lagi banyak tugas, tapi pingin buat FF. Jadilah FF One Shot yang simple ini ^_^

Alurnya simple dan nyantai banget. Monggo dibaca ^_^

– Happy Reading –

Di sebuah taman yang tak jauh dari kantorku, ia melutut sembari berkata,”Will you marry me???”. Kata-kata itu. Kata-kata yang sudah lama aku nantikan, akhirnya keluar juga dari mulut indahnya. Aku membeku, meskipun di dalam aku bergetar dan memanas. Terkejut dengan lamarannya yang begitu mendadak.

Aku masih membeku menatapnya. Menatap sosok pria yang sudah mewarnai hidupku lebih dari 2 tahun belakangan ini. Dia mengenggam tanganku, dielusnya jari kurus dan panjang milikku itu. Ia menatapku, menunggu jawaban. Ku lepaskan genggamannya dan ku pegang bahu lebarnya. Sedikit menundukkan badan, ku pinta ia untuk berdiri. Tak berapa lama, sekarang ia sudah berada tepat di depanku. Menatap aku yang sebentar lagi akan menitihkan air mata.

“Uljima”, Ucapnya sembari mengelus pipiku yang mulai dibasahi air mata. Air mata apa ini?. Apakah aku sudah siap lahir dan batin untuk menjadi seorang istri dan kelak juga akan menjadi ibu dari anak-anaknya.

“Kamu tidak mau menikah denganku?”, Ucapannya membuatku menatap dirinya. Aku harus jawab apa?. Sejenak aku terdiam. Menunduk, memikirkan kata-kata yang tepat.

“Aku sangat ingin menikah denganmu, tapi..”, Ia menghentikan perkataanku. Dengan bibir dinginnya, ia mencium bibirku. Mengisyaratkan kalau semuanya akan baik-baik saja.

Ku lepaskan ciumannya dan ku elus lembut wajah pria yang baru saja melamarku itu. “Oppa, apakah kau berjanji akan membuatku bahagia?”, Ucapku sambil tetap mengelus wajah itu.

“Tentu saja oppa akan terus membuatmu bahagia”, Ucapnya membelai rambut panjangku.

Aku tersenyum dan akhirnya aku jawab pertanyaannya itu. “Baiklah oppa. Aku mau menikah denganmu”.

Raut wajah bahagia terpancar dari wajah tampan priaku. Aku yakin, ini adalah keputusan yang tepat.

“Gomawo chagi-ya”, Bisiknya. Tangan kekar itu merangkulku dan kemudian mengangkatnya hingga kakiku sekarang tidak lagi menapaki tanah. Ia mengangkatku, memberikan ciuman hangat, dan mengajakku berputas dalam pelukannya.

“Oppaa~~aa~aa”, Teriakku memukul-mukul bahunya. Kepalaku mulai pusing akibat perbuatannya itu. Tidak hanya itu, tatapan orang-orang disekeliling kami membuatku malu. Malu karena ia terus berteriak kalau kami akan menikah. “Oppa turunkan aku!!! Orang-orang melihati kita”, Ujarku setelah ia berhenti berputar.

“Biarkan saja, biar mereka tahu kalau kita akan menikah”, Ia tersenyum bahagia.

#  #  #

“Chukaeee~~eee~~eee”, Ucap member-memberku. Syukurlah mereka menerima keputusanku. Keputusan yang awalnya sangat sulit aku putuskan.

Tiffany mendekatiku dan memelukku, disusul oleh Sunny, dan kemudian kami bersembilanpun berpelukkan. Senang rasanya bisa berbagi kebahagiaan dengan orang-orang yang aku cintai. “Terima kasih banyak”, Ujarku. Tak terasa air mata mulai mengenangi mata besarku. Air mata itupun akhirnya jatuh dan membasahi bahu milik Tiffany. Ia langsung melepaskan pelukannya itu. “Kamu menangis”, Ujarnya setelah menyadari tetesan air mataku membasahi bahunya. Aku tersenyum.

“Kamu tidak perlu menangis. Simpanlah air matamu untuk pernikahanmu nanti”, Yoona menyapu air mataku. Aku paham apa yang ia maksud. Aku telah menyaksikan betapa harunya sebuah prosesi pernikahan. Aku yang waktu itu menjadi bride’s maid Yoona tak kuasa menahan air mata ketika melihat salah satu dongsaengku itu diberkati dan mengucapkan janji sehidup semati didepan Tuhan. Itu baru menjadi seorang pengiring pengantin, belum menjadi mengantin.

“Kapan rencananya kamu akan menikah?”, Tanya Sunny memecahkan lamunanku. Ku tatapi wajah memberku satu per satu dan memberikan mereka sebuah senyuman manis. “Kami belum menemukan hari yang tepat”, Ujarku.

Tingg~~gg Tongg~~gg

Bell dorm kami berbunyi. Yoona dengan perut buncitnya berjalan mendekati intercom. “Eonni, ada Leeteuk oppa”, Ujarnya sembari membukakan pintu dorm.

“Chukaee oppa”, Teriak member-memberku.

“Gomawoo yo. Kalian harus bantu kami ok”, Suara itu mulai terdengar mendekatiku. “Kamu sudah siap chagi”, Ujarnya. Aku terkejut dan menatapnya heran, “Kita mau kemana oppa”, Tanyaku.

“Hari inikan kita sudah janji mau ngurus gaun dan taxido”, Ia menatapku tajam. “Aku lupa oppa”, Ujarku dengan sedikit aegyo.

“Yaaa~~aa~~ KIM TAEYEON jangan sampai kau lupa dengan hari pernikahan kita”, Ia menepuk pantatku ketika aku lewat di depannya. “Oppaa~~aa”, Pekikku menerima perlakuannya. Akupun segera bergegas dan meninggalkan dorm.

#  #  #

Setelah menyelesaikan semua jadwal yang tertera di dalam list yang memang sudah jauh-jauh hari aku rancang, kami memutuskan untuk rehat sejenak di sebuah cafe yang tak jauh dari taman kota. Bibir ku tidak henti-hentinya menebarkan senyuman. Aku sangat bahagia.

Ku teguk cappucino yang tadi ku pesan. Rasanya sangat manis, semanis hari ini. Aku bisa merasakan ia menatapku tiada henti, tapi aku malah menatap ke luar cafe.

“Gomawo-yo”, Kehangatan aku rasakan ketika tanganku ia pegang. Ia mengelus-elus tangan munggilku. Sesekali ia angkat dan ia cium. Aku tersenyum merasakan bibir basahnya menyentuh jari-jariku.

Ia kembali mengelus tanganku. Tak cukup sampai disana, tangan putihnya juga merapikan tatanan ponisku. Membuat hatiku bergetar. Ingin rasanya aku berlari memeluknya, tapi ku urungkan.

Malam semakin larut. Tangan ku tak henti-hentinya ia gandeng hingga akhirnya kamipun tiba di depan dorm ku. Ia mendekatkan tubuhnya ke tubuhku. Memasukkanku ke dalam pelukannya. “Saranghae, “Bisiknya ketika tubuhku menyentuh dada bidangnya. Ku alihkan wajahku menatapnya, tersenyum dan ku berikan sebuah kecupan tepat di bibir birunya. ia menatapku heran ketika bibirku mulai beranjak menjauhi bibirnya. Ia memelukku semakin dalam. Sedalam ciuman yang ia berikan kepadaku. Di depan pintu dormku, ia melumat dan menikmati manisnya bibir munggilku. Akupun pasrah menerima ciumannya, tapi sepertinya ia tidak terima akan kepasrahaan. Ia mengigit bibir bawahku dan menepuk pinggangku, menyuruhku untuk membalas ciumannya.

Tidak tahu berapa lama kami saling melumat satu sama lain. Pintu dormku tiba-tiba saja terbuka. Membuat kami melepaskan bibir satu sama lain.

“Kalian sudah pulang”, Sapa SooYoung yang terkejut melihat kami berdua.

Akupun melepaskan pelukkan, tapi tidak berhasil. “Sudah, kamu mau kemana?”, Tanyaku melihat dandanan di wajahnya.

“Hmmm~~~”, Ujarnya dan kemudian pergi berlalu. “Yaaa~~aaa SooYoung-ah”, Teriakku memanggil keras namanya.

“Sudah biarkan saja”, Ujar oppaku. Ku tatap pria yang sangat aku cintai itu. Tak ingin rasanya aku lepas dari pelukkannya. “Oppa pulanglah”, Ucapku sembari memasukkan kode pintu. “Baiklah”, Balasnya singkat.

“Oppa aku mas…”, Mulutku kembali ia kunci hingga aku tak bisa menyelesaikan ucapanku. “Ehhmmm…”, Ku dorong tubuhnya. “Oppa sudah cukup. Pulanglah!!! Member-membermu pasti sudah menanti, Sambungku.

“Baiklah”, Ucapnya.

Iapun akhirnya pergi dan menjauh dariku. Setelah ia memasuki lift dan pintunya tertutup, barulah aku ke dalam dorm.

#  #  #

Tingg~~gg Tongg~~gg

Bell dormku tiba-tiba saja berbunyi. “Siapa ini pagi-pagi sudah bertamu”, Gerutuku dalam hati. Dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, aku membuka pintu. “TaeYeon agashi?”, Ucap orang itu. “Nae”, Aku menatap pria yang telah menganggu tidurku itu. “Ini ada kiriman dari G Wedding dress”, Ucap pria itu menunjukkan sederetan gaun yang tergantung rapi.

Ku persilahkan pria itu mengantarkan gaun itu. “Letakkan disana saja”, Ujarku menunjuuk sofa. Setelah selesai pria itupun pamit dan pergi meninggalkan aku dan juga gaun-gaun itu.

“Siapa sih yang ribut-ribut pagi-pagi gini”, Omel Jessica membuka penutup matanya. “Waaaa~~aa, gaunnya sudah sampai”, Sambungnya.

Gaun pengantin dan juga pengiring yang satu bulan lalu aku pesan akhirnya selesai juga. Hari bahagia itu tinggal hitungan hari. Membuatku semakin deg-degan. “Apakah aku tidak salah dalam mengambil keputusan ini?,” Pikirku untuk kesekian kalinya.

“Ini keputusan yang tepat kok”, Sebuah suara mengejutkanku. Yoona yang baru saja tiba di dorm diantar sang suami langsung menarik tanganku dan mendekati member yang lain. Mereka terlihat sibuk mencari gaun milik mereka. Gaun berwarna pink ia pilihkan untuk ke-8 membernya. Warna yang melambangkan group mereka.

“TaeYeon-ah ayo coba gaunmu, nanti kalau ada yang kurang pas bisa diperbaiki sekarang”, Tiffany menyerahkan gaun putih yang bagian atasnya terbuat dari kain brokat. Aku dekati Tiffany. Ku ambil gaun putih itu dan ku coba. Gaun itu pas sekali dengan tubuh munggilku.

“Kau cantik sekali”, suara itu kembali terdengar, setelah beberapa hari tidak aku dengar. Ku tatap pria tampan itu dari depan cermin. Air mata mulai berjatuhan. Aku sangat merindukan pria itu. Pria yang dalam 3 hari lagi akan menjadi milikku selamanya. “Wae ureo”, Ucapnya mendekatiku. Ku paksakan tersenyum.

“Oppa bogossipeo?”, Ia mendekatiku. Aku menunduk, tak berani menatapnya. Ku rasakan tubuh kekar itu memelukku. Memberikan sebuah kehangatan sekaligus ketenangan pada diriku. Aku terus menangis. “Sudahlah kamu tidak usah menangis lagi. Oppa sudah disini sekarang”, Ucapnya. Tangisku makin terisak. Dengan lembut ia mengelus punggungku. Sungguh aku sangat merindukan semua ini. Merindukan pelukan dan belaian mesra darinya.

Perlahan ia mengangkat wajahku, hingga aku menatap kedua bola mata itu. Bola mata yang sangat indah. Masih memegang daguku, ia mengecup bibirku yang mulai basah terkena air mata. Tanpa sadar mataku tertutup menikmati lumatan-lumatan yang ia lakukan. Ia mulai mendorongku dan akhirnya aku terjatuh ke tempat tidur dengan posisi dibawahnya. “Oppa, ini belum saatnya”, Ucapku mendorongnya. Ia kembali mendekat dan mencoba menciumku lagi. “Opaaa~~aaa”, Ujarku menepuk pundaknya.

“TaeYeon-ah”, Sapa seseorang mendekatiku. Reflek, akupun mendorong oppa hingga terjatuh dan tertidur disebelahku. “Kalian ngapain??”, Tanya Sunny yang memergoki kami. Ia mendekati dan membawaku ke kamar Yuri.

“Ada apa?”, Tanya Yuri yang terkejut melihat tanganku ditarik paksa Sunny. “SoonKyu-ah, aku tidak melakukan seperti apa yang kamu bayangkan”, Jelasku. Ku pegang tangannya dan aku ajak dia duduk. “Aku tahu dia akan menjadi suamimu, tapi jangan sampai kamu melakukan yang seharusnya belum kamu lakukan”, Terangnya.

“TaeYeon-ah”, Yuri langsung berdiri dan menatapku. Ku balas tatapan tajam milik Yuri. Aku tahu apa yang tengah dipikirkan oleh kedua memberku ini. “Kalian percaya padaku. Yang kamu lihat tadi bukanlah apa-apa”, Aku kembali menatap Sunny. “Aku percaya. Aku tahu kamu tidak akan melakukan yang tidak semestinya”, Ucapnya membalas tatapanku.

#  #  #

“Kamu kenapa?”, Tatapku melihat Yoona memegang perut buncitnya. “Semoga saja ia tidak mengagalkan pernikahanku, “Gumamku. “Babynya aktif banget akhir-akhir ini eonni”, Terangnya. Ku hampiri ia dan kubungkukkan tubuhku kearah perut buncitnya. “Aegya, kamu baik-baik ya disana. Jangan sakiti ommamu. Nanti pesta imo jadi berantakan. Arraseoooo”, Ucapku sambil mengelus-elus perutnya. Aku dapat mendengar ia menarik nafas dalam-dalam. Ia mungkin ingin memukulku, tapi tidak berani. “Nae imo”, Jawabnya membalas ceramahanku pada babynya.

“Eonni chukaeee~~ee”, Ucapnya. Aku tersenyum menatap wajah tirusnya. Ku elus pipi putihnya sembari berkata, “Gomawo Yoona-ah”. “Pokoknya eonni nanti harus tinggal dekat aku, arraseo?”, Ucapnya. Aku mengangguk, mengiyakan permintaannya.

Mempelai wanita silahkan bersiap-siap. Acara pemberkatan akan segera dimulai. Kepada pengiring wanita dan juga laki-laki silahkan keluar terlebih dahulu.

Pengumuman itu akhirnya mulai terdengar dari ruanganku. Perasaanku mulai tidak karuan. Tanganku dingin. “Gwinchana”, Ucap appa yang menyadari kegugupanku. Ku tatap wajah appa yang sudah mulai keriput. Sambil menunggu perintah, ku sandarkan kepalaku di bahu appa. “Appa khamsahamnida”, Ucapku. “Aku sebentar lagi akan menjadi seorang istri”, Ku rangkul erat lengan appa. “Appa yakin kamu akan menjadi istri yang baik”, Beliau mengelus bahu kiriku. Tanpa aku sadari air matapun jatuh dan membasahi jas hitam yang dikenakan appa.

“Sudah siap”, Seseorang membukakan pintu dan mempersilahkan aku dan appa untuk menyusuri altar. Semua yang datang berdiri menyambut kedatangan ku dan appa. Iringan lagu itu membuat ku ingin menjatuhkan air mata yang dari tadi aku tahan. “Aku harus bisa untuk tidak menangis”, Gumamku.

Jutaan butir mawar putih dan pink berserakan dilantai. Suasana yang sangat romantis dan mengharukan. Ku pandangi pria yang tengah menantiku di ujung altar. Ku berikan senyuman termanisku kenapa pria itu. Pria yang dalam hitungan menit lagi akan menjadi suamiku.

“Gomawo karena telah memilih anakku sebagai pendamping hidupku. Jagalah dia baik-baik. Buatlah ia tersenyum. Jangan sekali-kali kau sakiti dia”, Ceramah appa sebelum menyerahkan tanganku pada oppa. Ku peluk appa erat-erat dan beliaupun memberikanku kecupan manis di dahiku. Air mata yang sedari tadi aku tahan akhirnya jatuh juga.

“Ayo”, Oppa membimbingku menghadap pendeta. Sesekali ku pandang wajahnya yang serius mendengarkan petuah-petuah dari sang pendeta.

Saya, Park Jung Soo berjanji akan selalu mencintai dan memperlakukan istri saya Kim TaeYeon dengan sebaik mungkin dan tidak akan menyakitinya sampai ajal menjemput, serta akan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang suami semaksimal mungkin

Saya, Kim TaeYeon berjanji akan selalu mencintai dan memperlakukan suami saya Park Jung Soo dengan sebaik mungkin dan tidak akan menyakitinya sampai ajal menjemput, serta akan menjalankan kewajiban saya sebagai seorang istri semaksimal mungkin

Janji sehidup semati itupun telah terucap dari kedua bibir kami. Semoga saja janji itu abadi hingga nanti ajal menjemput.

Ia memasangkan cincin berwarna silver di jari manisku dan kemudian giliranku memasangkan cincin yang sama di jari manisnya. “Kalian sudah resmi menjadi sepasang suami istri. Sekarang berilah hormat pada tamu-tamu yang hadir”, Ujar sang pendeta.

Kamipun menunduk, memberikan rasa hormat dan terima kasih karena telah datang menghadiri pernikahan kami. Ku tatap pria yang sekarang sudah resmi menjadi suamiku itu. Ku pegang tangannya dan mulai berjalan nemelusuri altar yang telah dipenuhi butiran mawar. Dibelakang kami ada delapan pasang pengiring yang terdiri dari member Suju dan juga SNSD kecuali pasangan Yoona dan Yuri karena mereka telah memiliki pasangan pilihan mereka sendiri.

Mendekati pintu, aku membalikkan badan mengisyaratkan kalau aku akan segera melempar bunga yang dari tadi aku pegang. “Hana~~~Dul~~~Set”, Ucapku melemparkan bunga.

“Yaaa~~~~aaaa”, Teriak member-memberku setelah mengetahui Yuri menangkap bunga lemparanku. “Yuri-ah chukaee~~eee”, Teriak kami bersama-sama.

Ku tinggalkan gedung pernikahan itu dan masuk ke dalam mobil yang telah dihiasi rangkaian bunga hijau, pink, dan juga putih. Mobil itu mulai meninggalkan gedung dan juga semua orang yang datang menghadiri pernikahan kami. Ku lambaikan tangan dan ku ucapkan, “Khamsahamnidaaa”.

The End

Gimana ceritanya???? Agak kacau ya heheh,….

Ini pertama kalinya aku buat FF tanpa masalah yang berarti hehe,..

Semoga kalian suka ya ^_^

Oh ya, jangan lupa tinggalin saran atau kritik kalian ya. Biar aku tau gimana FF karya ku ini ^_^

Ok Ok,..

Khamsahamnida

Hyuna0590

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s