This is Love

Posted: April 6, 2014 in Family, Marriage Life, Romance
Tags: , , ,

coconut

Tittle : That is Love

Main cast : Kim Taeyeon and Leeteuk

Other cast : SNSD dan Super Junior

Gendre : Romance

Rate : PG 17+

POV : TaeYeon, Leeteuk POV + Author POV

– Note –

Hi

Aku kembali lagi nih. Setelah beberapa hari yang lalu aku post tentang wedding Taeteuk, nah sekarang aku lanjutin nih perjalanan honeymoon mereka. FF ini bisa dibilang sequel dari FF-ku sebelumnya “Nona Kim to Nyonya Park”.

Semoga kalian suka ya ^_^

-Happy Reading –

– Taeyeon –

Pengantin baru, ya itulah statusku dan Leeteuk oppa saat ini. Setelah menikah beberapa hari yang lalu, sekarang kami resmi menjadi sepasang suami istri. Pasangan suami istri yang sah secara agama dan juga negara. Aku tidak pernah menyangka kalau hal seperti pernikahan ini akan terjadi padaku. Bahkan bisa dibilang aku member kedua yang melepas masa lajangku setelah Yoona tentunya. Aku bahagia dapat menjadi istri dari seorang Leeteuk, leader dari boy group terkenal, tidak hanya di Korea, tetapi juga diseluruh penjuru. Ia juga menjadi leader kami, leader SMTown. Aku sendiri sebenarnya juga seorang leader, tapi kepemimpinanku tidak seperti dirinya. Ia sangat piawai dalam mengurusi ke-10 orang membernya. Aku terharu sertiap kali ia menunjukkan sisi wibawanya itu. Mungkin itu pulalah yang membuatku jatuh cinta padanya. Jatuh cinta tak lama setelah ia menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang warga Korea Selatan yang taat, Wajib Militer.

“Oppa kita mau kemana?”, Tanyaku memasang sabuk pengaman. Ia membantuku dan mengecup bibirku lembur. Hanya itu yang ia lakukan, tanpa menjawab pertanyaanku satu katapun. Ku hembuskan nafas kesal. Kenapa ia harus merahasiakan semua ini dariku. Aku ini sudah resmi menjadi istrinya. Tidak seharusnya ia merahasiakan sesuatu kepadaku.

“Oppa”, Ku panggil ia sekali lagi. “Kamu lihat saja”, Jawabnya singkat.

Ia terus melajukan mobil sedan hitam miliknya itu. Sesekali ku pandangi sederet papan penunjuk jalan. Sangat penasaran. Satu kata yang mencuri perhatianku di papan itu “Gimpo Int. Airport”. Ku berikan ia tatapan penuh tanda tanya. “Oppa”, Ucapnya menunjuk papan berwarna hijau itu. Ia hanya tersenyum melihat tingkahku yang kebinggungan.

– Leeteuk –

Dari kursi pengemudi, aku bisa melihat wajah istriku yang penasaran dan binggung. Ia dia adalah istriku sekarang. Akhirnya aku berhasil meyakinkannya untuk menikah denganku.

Beberapa kali ia bertanya tentang tujuan kita, tapi aku bungkam. Tidak ingin membongkar surprise yang sebentar lagi akan ia terima. “Oppa”, Ia memanggilku sambil menunjuk sebuah papan berwarna hijau. Sepertinya ia mulai mengetahui arah kami saat ini. Ya, aku memutuskan untuk mengajaknya berbulan madu ke Jeju. Tempat yang sangat ingin ia kunjungi saat berbulan madu.

“Chaaa… Kita sudah sampai”, Ku bukakan sabuk pengamannya dan menyuruhnya turun. Ia berulang-ulang kali memandangku heran. Sepertinya ia belum memecahkan teka-teki yang aku susun. “Ayo”, Ku ulurkan tanganku meraih tangannya. “Oppa kita ke bandara untuk apa?”, Tanyanya heran. Ku bimbing ia menunju tiga orang yang sangat kami cintai, Ommaku dan juga orang tuanya.

“Omma, Appa”, Sapanya dari kejauhan. Ia melepaskan genggamanku dan berlari mengejar kedua orang tuanya. Aku mengikutinya. Ia lagi-lagi menunjukkan ekspresi itu.

“Taeyeon-ah, jungsoo-ah, kalian hati-hati disana”, Ucap ommaku. Ia makin heran mendengar perkataan ommaku. “Sebenarnya ada apa ini?”, Tanyanya. “Ya, jungsoo-ah, kamu tidak memberitahu istrimu?”, Omma menatapku heran. “Aku belum sempat omma”, Aku tertawa melihat ekspresinya yang sangat lucu kalau sedang heran seperti sekarang ini.

Ia mendekatiku, mendorongku hingga akhirnya aku tersandar pada sebuah pagar dan apabila ia tidak menghentikannya, mungkin aku sudah terjatuh ke lantai bawah. “Kamuuu..”, Ia menunjukku tepat dihidung.

Perhatian-perhatian, kepada penumpang jeju air dengan nomor penerbangan JIA 345 jurusan pulau jeju, kami persilahkan untuk segera memasuki ruang tunggu.

– Taeyeon –

Ternyata dia sudah merani melakukan ini semua padaku. Park jung soo, tunggu pembalasanku.

Ku ambil koper berwarna ungu tua dari tangan appaku. “Appa omma, kami berangkat dulu”, Ucapku mengecup pipi kedua orang tuaku. “Kalian hati-hati disana. Pulang jangan lupa bawa oleh-olen ya”, Pesan omma. “Tenang omma, aku akan membelikan omma jajanan khas jeju yang banyak”, Ujarku. “Bukan itu maksud omma. Omma mau kamu memberikan kami hadiah seorang cucu”, Bisik omma. Tapi sepertinya suara omma terlalu keras untuk disebut sebagai sebuah bisikan.

“Tenang saja ommonim, akan aku pastikan itu. Betulkan chagiya”. Ia merangkulku. “Siapa yang kau sebut chagiya?”, Ucapku melepas rangkulannya. “Ya, KIM TAEYEON”, Ku dorong koper berukuran sedang itu dan pergi meninggalkannya.

#  #  #

Selama di pesawat, tidak ku pandang pria itu. Aku masih kesal dengan sikapnya yang merahasiakan honeymoon ini. Sebenarnya aku sangat bahagia dengan hadiah yang ia berikan ini, tapi kenapa harus dirahasiakan. Kenapa ia tidak terus terang saja padaku. Aku juga tidak akan menolak.

“Agassi anda mau minum apa?”, Seorang pramugari menawariku. “Jus jeruk terima kasih”, Balasku singkat. Dengan sekejap ia memberikan jus jeruk permintaanku. “Bagaimana dengan tuan di sebelah anda?”, Tanya sang pramugari menunjuk suamiku yang sedang tertidur pulas. Aku mengelengkan kepalaku. Pramugaripun meninggalkan kursi kami.

Meneguk jus pemberian sang pramugari, ku tatap awan siang yang begitu indah. Awan yang sangat cantik berpadu dengan birunya langit. Di bawahnya aku dapat melihat daratan, atap-atap rumah warna dan juga lahan-lahan pertanian.

Sesekali ku palingkan wajahku melihat paras pria disebelahku ini. Ku belai lembut rambutnya. Ku kejup keningnya. Tak lupa pula ku sentuh alis natanya yang tidak terlalu panjang. Huu…uup, tiba-tiba tanganku digenggam seseorang. Yap, pria itu adalah orangnya. Sepertinya ia terbangun karena ulahku yang jahil. Dengan cepatku ambil kembali tanganku dan berpaling darinya.

– Leeteuk –

Sentuhan lembutnya di kepala dan juga alisku mampu membuatku terjaga dari tidurku. Sentuhan penuh cinta, itulah yang aku rasakan. Perlahan ku buka mata. Ku raih tangannya, tapi genggamanku tidak terlalu kuat hingga membuat ia dengan mudah melepaskannya. “Kamu mulai nakal ya, menggoda tidurku”, Ucapku tersenyum nakal.

Ia berpaling dariku. Entah apa yang ia lihat di bawah saja, tapi yang pasti aku ingin ia menatapku saat ini. Ku pegang kedua bahunya dan ku buat ia menatapku sempurna. “Saranghaeyo”, Ucapku. Ia masih menatapku tajam. Ku dekati wajahnya, seakan-akan ingin menciumnya. Ketika jarak antara wajahku dan wajahnya semakin dekat, ku lihat matanya mulai tertutup. Aku tersenyum. “Yaa..aa kamu kenapa menutup matamu? Kamu pikir aku akan menciummu?”, Ku jauhkan wajahku dari wajahnya.

Ia kembali menatap ke luar. Sepertinya ia tambah kesal atas sikapku. Tapi entah kenapa aku sangat menyukai paras wajahnya ketika lagi kesal. “Minumanku mana?”, Tanyaku melihat ke meja. Ia tidak menjawab. “Baiklah kalau begitu, aku minum saja minumanmu”, Ku ambil jus jeruk dari mejanya. Anehnya tak ada respon dari wanita cantik ini. Apakah kejahilanku sudah terlalu parah. Gawat nih kalau kesalnya tidak hilang-hilang. Bisa-bisa bulan madu kita terancam gagal. Bagaimana aku bisa memberikan oleh-oleh permintaan omma.

“Taeyeon-ah”, Ku sapa ia. Ia menatapku. Ia tersenyum setelah namanya dipanggil. “Oppa ga mianhae. Oppa sudah membuatmu kesal”, Ujarku. Ia kembali memberikanku sebuah senyuman. Hatiku berdetak kencang. Senyumannya indah sekali. Selalulah tersenyum seindah ini isrtriku.

“Oppa”, Akhirnya ia mengeluarkan suaranya. “Aku tidak marah, hanya saja aku kesal kenapa oppa merahasiakan ini semua dariku”, Tanyanya. “Mianhae”, Hanya ucapan maaf yang keluar dari mulutku. “Apakah hanya mianhae yang bisa kau ucapkan?”, Tanyanya. Aku diam, tak menyangka kalau ia akan membuatku tersudut seperti saat ini.

Ku raih tubuhnya dan ku peluk. “Sudahlah, mari kita nikmati bulan madu kita. Lagi pula kita harus memberikan oleh-oleh yang diminta omma”, Bisikku. “Oppa”, Ia menepuk dadaku. Aku bisa melihat wajahnya memerah setelah mendengar bisikanku.

#  #  #

– Taeyeon – 

Senyumku tidak pudar semenjak keluar dari pesawat. Aku sangat bahagia menghabiskan hampir 2 minggu bersama pria yang sangat aku cintai. Ditambah lagi kami akan menghabiskannya di pulau jeju. Pulau yang terkenal dengan keindahan alamnya. Tapi ada satu yang aku sayangkan, kami datang ke jeju ketika akhir musim gugur. Aku jujur saja menyukai suasana seperti ini. Suasana yang sangat romantis.

Ku buka pintu hotel. Pemandangan laut langsung mencuri mataku ketika membuka pintu. Air laut yang berwarna hijau sekaligus biru itu sangat indah. Tanpa membantu oppa membawakan barang-barang, aku langsung berlari menatap indahnya pemandangan. “Ya..aa KIM TAEYEON”, Teriaknya. Aku menghiraukan teriakkan itu. Pemandangan pantai bagiku saat ini lebih penting daripada suamiku sendiri.

“Opp…”Ucapanku terputus ketika tubuhku dipeluknya. Aku terkejut dengan apa yang baru saja ia lakukan. “Pemandangannya sangat indahkan?”, Tanyanya sembari meletakkan dagunya di bahuku. “Terlalu indah oppa”, Jawabku. Sesaat kami larut dengan pemandangan yang menakjubkan itu. “Gomawo”, Ucapku singkat. “Kaja kita makan”, Ia menarik tanganku. Ku ikuti arahannya. Perutku dari tadi memang sudah minta diisi.

– Author –

Dinner pertama Taeyeon dan Leeteuk di habiskan disebuah restoran yang berhadapan langsung dengan pantai. Pasangan pengantin baru ini terlihat sangat menikmati dinner mereka. Leeteuk sengaja memilih tempat yang disukai istrinya karena ia merasa bersalah karena telah membuat istrinya itu kesal. “Bagaimana, kamu suka makanannya?”, Tanya Leeteuk. “Enak oppa”, Taeyeon menyantap lahap makanannya. Leeteuk tersenyum. Ia bersyukur istrinya itu menyukai dinner mereka.

“Habis ini kita mau kemana oppa?”, Tanya Taeyeon, setelah menyelesaikan santapannya. Leeteuk menatap Taeyeon memberikan sebuah kode. “Kemana oppa?”, Tanyanya lagi. Sepertinya Taeyeon tidak mengerti dengan kode yang diberikan suaminya itu. “Bagaimana kalau kita istirahat saja di kamar”, Balas Leeteuk. Taeyeon mengangguk.

– Taeyeon –

“Oppa..aa kau apa-apaan ini”, Ia mengendongku. Aku risih ketika semua orang yang berada di koridor lantai 5 menatap kami. “Oppa turunkan aku”, Pintaku untuk kesekian kalinya. “Sudahlah, kamu diam saja”, Balasnya singkat. Aku terkejut mendengarkan balasannya itu. Ada apa dengannya? Jangan-jangan???? Otakku langsung berputar ke satu hal itu. Apalagi kalau bukan hal yang seharusnya dilakukan ketika tengah berbulan madu dan itu adalah hal yang umum bagi sepasang suami istri.

Tanpa basa-basi, ia mengendongku hingga ku rasakan kasur telah menggantikan gendongannya. “Oppa”, Sapaku. Ia tersenyum menatap wajahku yang mulai cemas. “Tenang saja chagi”, Ujarnya singkat. Ia beranjak dari depanku dan mematikan lampu.

#  #  #

– Author –

Tak terasa sudah seminggu mereka menghabiskan kebersamaan di pulau nan indah itu. Beberapa hari lagi mereka harus kembali ke Seoul dan kembali bekerja. Liburan sudah berakhir. Sebelum packing, Leeteuk mengajak Taeyeon mengunjungi sebuah toko yang menjual berbagai macam souvenir khas jeju. Seperti layaknya wanita pada umumnya, Taeyeon terlihat mundar-mandir kesana kemari, mencari barang-barang yang akan ia berikan pada orang-orang yang ia cintai. “Oppa ini bagus tidak?”, Tanyanya untuk ke sekian kalinya. “Kamu mau beli berapa banyak?”, Tanya Leeteuk yang mulai pusing dengan sikap sang istri. “Aku ingin membelikannya untuk satu SM”, Jawabnya. “Yaa..aa Taeyeon-ah. Apa kamu sudah gila? Itu banyak sekali. Kenapa kamu tidak membeli tokonya saja sekalian”, Leeteuk kesal. “Oppa”, Taeyeon mulai menangkap sinyal kesal dari wajah suaminya. “Ayo cepat pilih”, Perintah Leeteuk. Taeyeon hanya mengambil sebanyak membernya dan juga member suaminya. Ia tidak mau melihat suaminya tambah kesal dengan sifatnya yang mulai gila kalau berhubungan dengan belanja.

“Kajja oppa”, Taeyeon mengajak suaminya itu pergi setelah membayar semua belanjaannya. Di jalan Leeteuk tidak banyak bicara. “Oppa mianhae”, Ujar Taeyeon memecahkan keheningan. “Sudahlah, tidak perlu kamu pikirkan. Lebih baik kita sekarang kembali ke hotel dan merapikan semua barang-barang”, Leeteuk menyalakan mobilnya dan pergi meninggalkan pusat perbelanjaan itu.

– Taeyeon –

Lagi-lagi aku membuatnya kesal, tapi sungguh tidak ada niat sedikitpun untuk membuatnya kesal seperti tadi. Aku sadar aku salah. Ia tidak mengeluarkan banyak perkataan ketika kami sedang packing. Apakah ia sekesal itu denganku. Entahlah, aku sudah kehilangan akal untuk membujuknya. “Oppa apa kau masih marah denganku”, Tanyaku mendekatinya. “Tidak, oppa tidak marah padamu”, Jawabnya tanpa ekspresi. Itu tentu saja membuatku kesal. “Terus kenapa oppa diam seperti ini? Oppa seperti tidak bersemangat berada di dekatku”, Ucapku menundukkan kepalaku.

Ia mendekatiku. “Oppa senang berada di dekatmu. Oppa mau kamu terus berada di dekat oppa”, Ia memelukku. “Oppa saranghae”, Ujarku dalam pelukkannya. Ia memperdalam pelukannya, seakan-akan tidak memberiku peluang untuk beranjak dari tubuhnya.

– Leeteuk –

Ku peluk erat tubuhnya yang hangat. Meskipun musim sudah berganti, namun aku berharap agar cinta kami tak akan berganti. Aku ingin seperti ini selamannya. Bersama wanita yang sangat aku cintai.

Tanpaku sadari sekarang kami sudah berada di tempat tidur. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi, yang pasti aku tidak akan melepaskan pelukan ini. Pelukan yang membuatku hangat dan tenang. “Taeyeon-ah saranghae”, Bisikku, sebelumku mulai sentuhan demi sentuhan pada dirinya.

– The End –

Woooww,..

Selesai juga. Semoga kalian suka ya ♥♥

Aku tidak tahu apakah ini honeymoon special apa tidak.

So, bagi yang sudah membaca jangan lupa tinggalin kritik dan sarannya ya

LOL

Khamsahamnida

Dongjae0590

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s