[SongFic] Different

Posted: May 25, 2014 in Friendship, Mellow
Tags: , , ,

Taeyeon-2011-Singles-Magazine-P-s-E2-99-A5neism-29695127-1327-1600

Kim TaeYeon / SNSD / PG 15

– Note –

Sebelumnya aku pernah memposting cerita yang sama, tapi diperankan oleh Choi SooYoung. Sekarang aku ingin posting ulang dan yang mainin Kim TaeYeon ^_^. Menurut kalian yang paling cocok siapa???

Cerita ini terinspirasi dari lirik sebuah lagu yang berjudul “Different” yang dipopulerkan oleh TaeYeon dan juga Kim Bum Soo. Lagu ini bagiku sangatlah sedih. Semoga kalian semua dapat mengerti arti lagunya dari FF ini. Meskipun tidak 100% dapat mewakili lagunya, tapi beginilah intinya ^_^.

– Happy Reading –

Apalah artinya cinta ketika aku tak merasakan kebahagian. Egois, mungkin itulah yang bisa kalian nilai dari diriku. Wanita mana sih yang tidak mau diperhatikan, dimanja, dan selalu disayang oleh kekasihnya. Ya, semua itu juga aku inginkan. Tapi kenapa semuanya jadi seperti ini. Dulu dikala tahun-tahun awal kami bersama, ia selalu membuatku bak wanita yang paling beruntung didunia ini. Tapi sekarang, jangankan memanjakanku dengan semua kata-kata cintanya. Bertemu denganku saja sangatlah jarang. Aku tidak tahu alasannya kenapa, aku tidak mau berfikir negatif terhadapnya. Jabatannya sebagai CEO sebuah perusahaan ternama di Korea Selatan membuatku berfikir bahwa kesibukannyalah yang membuat semua ini terjadi.

Hari ini, adalah hari ulang tahunku. Tapi sepertinya ia melupakannya. Sesibuk apa sih sebenarnya ia, sehingga tidak bisa menghubungi atau bahkan mengirimi pesan selamat ulang tahun. Semua itu tidaklah lama.

“TaeYeon-ah chukkae”, Ucap teman dan juga keluargaku.

Pesta ulang tahun tanpa kehadirannya. Sedih sekali. Dulu ia pernah berkata kalau ia akan melamarku tepat di hari ulang tahunku, tapi apa buktinya sekarang, ia malah melupakanku. Sudah hampir seminggu aku tdak tahu dimana dan sedang apa dia sekarang.

Rasa cinta itu sebenarnya masih besar untuknya, tapi setiap aku mengingat ataupun mendengar namanya dari siapapun, dadaku terasa sesak. Sangat sesak, hingga nafasku menjadi tak teratur. Air mata selalu berjatuhan bila mengingat semua tentangnya. Sarangi apa, cinta itu memang menyakitkan. Menyakitkan bila orang yang sangat kamu cintai menjauh dan bahkan tidak berkata sepatah katapun. Sangat meyakitkan.

“Taeng-ah”, SooYoung menyapa dan menghampiriku.

Ia ternyata menyadari bahwa sedari tadi aku termenung menatapi jalanan lampu-lampu kota. Aku menatapnya, ingin menangis, tapiku tahan.

“Kamu yang sabar Taeng!! Mungkin oppa sedang sibuk dan belum bisa menemuimu”, Aku menarik nafas dalam-dalam. Harus berapa kali aku mendengar kata-kata itu. telingaku sudah bosan dan letih mendengar perkataan yang tidak ada buktinya.

“Sudahlah Taeng, aku sudah letih dengan semua ini”, Ku tinggalkan ia.

“Taeng-ah”, Ia menarik tanganku. Ku tepis dan segera beranjak dari hadapannya.

“Oppa, aku ingin bertemu denganmu sekarang”, Ku ketik sebuah pesan singkat untuknya.

Dadaku terasa sesak saat ini. Sudah cukup aku menyimpan semua ini. Aku ingin memberitahunya tentang semua yang aku rasakan. Rasa sakit yang ia berikan kepadaku. Rasa sakit yang harusku rasakan selama lebih dari 2 bulan.

#  #  #

Aku duduk disebuah kursi yang tak jauh dari apartementku, menanti kedatangan pria itu. Pria yang telah membuat hatiku sakit.

“Ada apa?”, Ujarnya ketika duduk tepat disebelahku. Ia mengenggam tanganku lembut.

“Oppa, aku ingin kita putus”, Ku lepas genggamannya.

“Apa maksudmu?”, Ia membalikkan tubuhku menghadapnya.

“Apa kurang jelas oppa? Aku ingin kita akhiri semua ini”, Ku ulangi perkataanku.

“Tapi kenapa? Apa oppa salah?”, Ujarnya.

“Iya oppa, semua ini salahmu”, Ingin sekali ku utarakan kalimat itu.

“Oppa tidak bisa berpisah denganmu begitu saja”, Ia membawaku kedalam pelukannya.

“Oppa lepaskan!!”, Ku tarik tubuhnya menjauhiku.

“Chagiya, jelaskan semuanya?”, Ia melepas pelukannya.

“Oppa ingin tahu kenapa??”, Tanyaku. Ia mengangguk.

“Oppa, ada rasa sakit disini, setelah pertengkaran terakhir kita”, Ku remas dadaku.

“Mianhae”, Ia merengkul kembali tubuhku.

“Sudah cukup oppa. Itu bukan sekali, tapi setiap kita bertengkar oppa selalu mengeluarkan perkataan yang memilukan itu”, Tangisku. Ia terus memelukku, tanpa mengizinkanku untuk melepaskannya.

“Maafkan oppa sayang. Oppa terlalu emosi hingga menyebutmu wanita yang tidak benar. Oppa minta maaf karena telah kasar kepadamu”, Ujarnya.

“Sudahlah oppa, lebih baik kita akhiri semua ini. Aku sudah tidak sanggup menjalani semua ini lagi. Rasa cintaku sudah pudar. Pertama aku mungkin bisa memaafkanmu oppa, tapi sekarang, maaf, aku tidak bisa lagi bersamamu”, Ku lepas pelukannya dengan paksa dan pergi meninggalkannya.

Langkah kakinya di belakangku terus terdengar. Rasa cinta itu mungkin belum hilang 100%, tapi sikap kasar dan juga mulut kasarnya itu tidak bisaku terima lagi.

“Oppa tinggalkan aku, carilah wanita yang bisa menerima sikap dan mulut kasarmu itu”, Ujarku sebelum memasuki mobil. Ia memukul-mukul jendela mobilku, menyuruhku untuk membuka jendela itu dan untuk tetap berada disampingnya.

Ku turunkan jendela mobilku, “Mulai detik ini jangan pernah hubungi ataupun mencariku lagi. Melihat wajahmu membuat hatiku sakit”, Ucapku.

#  #  #

Ku hempaskan tubuhku di atas kasur. Semua air mata yang sempat tertahap, kini akhirnya keluar dan mungkin member-memberku yang berada di dorm dapat mendengarkan raunganku. Sakit, sangat sakit. Aku telah salah memilih. Ia memang terlihat baik dari luar, tapi sikapnya, tidaklah setampan wajahnya.

“TaeYeon-ah”, Jessica mengedor-ngedor pintu kamar.

“Kamu baik-baik sajakan?”, Tanyanya. Aku tak menjawab.

Tangisan membuatku susah berbicara. Saat ini aku tidak peduli dengan lingkunganku. Rasa sakit dan perih itu membuatku tak berdaya. Tuhan, kenapa aku bisa sebodoh ini? Kenapa aku bisa jatuh cinta pada orang sepertinya? Apakah ini hukumanmu padaku?.

“TaeYeon-ah”, Jessica memelukku setelah berhasil masuk.

Iapun ikut menitikan air mata melihat kondisiku. Ku keluarkan semua air mata yang hendak keluar sore itu. Jessica dan beberapa memberku yang lain berusaha menenangkanku. Ini keputusan yang terbaik, aku harus bisa melewati semua ini. Ini keputusanku, aku tak boleh menangisi sesuatu yang aku inginkan.

“Yaetteura”, Ku peluk mereka semua.

“Ada apa? Kenapa kamu jadi seperti ini? Apa ia telah menyakitimu lagi?”, Tanya Tiffany.

“Aku telah mengakhiri semuanya”, Ujarku

“Bagus. Dia memang tidak layak untukmu”, Tiffany mengelus lembut rambutku

Beruntung aku memiliki delapan orang sahabat, bahkan aku sudah menganggap mereka sebagai saudaraku sendiri, yang selalu mendukung setiap keputusanku. Mereka selalu ada disaat aku butuhkan.

“Gomawo, aku tidak tahu akan jadi apa aku bila tidak ada kalian”, Ujarku.

“Yaaa… TaeYeon-ah. Kita ini satu, apapun yang terjadi kami pasti mendukungmu. Suka maupun duka”, Ujar Yuri.

Cinta, kata itu bukanlah kata yang selalu memberikan kebahagiaan pada yang merasakannya. Cinta, terkadang dapat menimbulkan rasa sakit yang sangat dalam dan butuh waktu untuk menghilangkannya. Orang bilang cinta itu buta. Mungkin aku salah satu korbannya. Aku sudah dibutakan dengan cintanya. Aku tahu dan paham dengan sifat dan mulut kasarnya, tapi entah kenapa aku memilihnya. Satu tahun cukup bagiku untuk menyadari semua itu. Menyadari perlakuannya yang kasar.

The End

Bagaimana????? Ga jelas ya ceritanya bagaimana ehheh,…

Ini pertama kalinya aku buat SongFic, maklum kalau belum sempurna ^_^

Khamsahamnida

http---signatures.mylivesignature.com-54492-198-DFA94A137106D830CAD4297F5A59CA05

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s